Powered By Blogger
Senin, 05 Desember 2011

PEMILIHAN BENTUK TES


PEMILIHAN BENTUK TES
A.  Rasional
Tes adalah merupakan instrument  untuk mengambil data. Penggunaan instrument harus disesuaikan dengan karakteristik data yang akan diungkap. Tidak ada satu bentuk instrument yang akan manjur untuk mengambil segala macam data. Dalam istilah gergaji, tentu tidaka ada suatu gergaji yang akan cocok untuk segala macam bentuk dan jenis benda. Masing-masing gergaji tentu memiliki kelebihan dan kekurangan dari pada yang lain. Gergaji potong lain dengan gergaji belah bagi gergaji kayu. Tes lisan tidak baik dilakukan bagi orang tuli dan tulis sulit dilakukan bagi orang buta. Oleh sebab itu pemilihan bentuk tes harus disesuaikan dengan sifat dan karaktritik data yang akan diungkap. Ada tiga bentuk tes yaknik Lisan, tertulis dan gabungan (lisan dan tertulis)

B.   Ujian Lisan
Ujian secara lisan hasilnya langsung dapat diketahui oleh guru secara cepat dan pasti., sulit adanya  kesempatan untuk menyontek.  Tes lisan memerlukan keahlian yang cukup tinggi bagi guru, baik dalam penguasaan teknik bertanya maupun penguasaan subtansi bidang studi. Bila guru menanyakan sering dirasa oleh siswa tidak adil, karena yang ditanyakan pas pada bagian yang dianggap sulit. Jadi pada tes lisan ini sifat subyektifitas sering ikut campur.

C.   Ujian Tertulis
Ujian tulis dibedakan menjadi dua yakni ujian essay unian obyektif
a.     Ujian berbetuk essay memiliki kelebihan :
1.    Dapat dipaka I untuk mengevaluasi hasil belajar yang sangat kompleks, yakni variable yang satu dan lainnya saling berkaitan sehingg menyulitkan bila akan diukur dengan model ujian bentuk lain. Dengan kata lain siswa dituntut mampu mengemukakan pendapatnya dalam bentuk tulisan.
2.    Dapat dipakai untuk meningkatkan kemampuan menulis dan meningkatkan ekspresi dari apa yang telah difahami siswa.
3.    Dapat dipakai untuk mengevaluasi suatu peritiwa yang merupakan proses. Di sini siswa juga dituntut untuk mampu menuangkan pendapatnya melalui tulisan secara sitematis dan benar mengikuti jalannya proses yang telah berlangsung.
4.    Dapat dipakai untuk ngungkap apa yang sebenarnya terjadi
5.    Pembuatan soal ujian relati lebih mudah dan tidak banyak menyita waktu
                          Di samping kelebihan yang telah disebutkan, namun juga ada kekurangannya, yakni
1.    Materinya terbatas pada suatu topic tertentu dan sulit untuk menjankau meteri yang luas
2.    Hasil penilaian sering tidak obyektif
3.    Guru yang terjebak pada jawaban yang panjang, maka ia sulit untuk memberi penilaian
4.    Menyulitkan siswa yang tidak bisa menulis dengan baik
5.    Mmerlukan waktu yang relative lama untuk mengoreksi jawaban
6.    Bila siswa akan menguraikan jawaban yang agak panjang, sering oleh siswa dianggap waktunya kurang.
7.    Bila materinya cukup luas maka mendorong siswa untuk berspekulasi


Untuk memperkecil adanya kelemahan pada ujian essay maka disarankan
1.    Supaya memiliki nilai lebih maka ujian essay juga dimanfaatkan untuk menilai factor lain seperti, tata tulis, kerapian ataupun ketepatan waktu
2.    Untuk sedikit obyek belajar tes essay lebih efektif tetapi bila obyeknya cukup luas, pakailah tes pilihan ganda
3.    Butir soal harus jelas permasalahannya dan tidak menimbulkan tafsiran yang ganda.
4.    Stia butir hendaknya diberikan bobot sesuai dengan permasalahan yang hendak diungkap
5.    Perkirakan waktu yang dipakai untuk menjawab setiap butir tes dan sesuaikan waktu yang ada dengan jumlah butir
6.    Bila materi sangat luas, siapkan jumlah soa lebih banyak dari jumlah yang harus dijawab agar semua matri pokok terwakili dan memudahkan siswa untuk menjawab.

b.    Ujian Tertulis dengan Jawaban Singkat
Jawaban siswa bisa dibatasi  baik jumlah katanya maupun jumlah barisnya. Materi prtanyaan dibatasi sekitar topic-topik yang habis dipelajari.  Sebaiknya materi yang akan diujikan telah disepakati oleh para siwa sehingga para siswa bisa mempelajari lebih mendalam tentang persoalan yang akan diujikan. Dengan singkatnya jawaban yang akan diberikan oleh siswa maka penilaian hasil tes dapat dilakukan lebih mudah disbanding dengan tes essay. Kriteria penilaian lebih mudah dilakukan sebab jawaban telah dibatasi oleh guru.


c.     Ujian Pilihan Ganda
Berdasakan jumlah pilihan dibdakan menjadi dua yakni
1.    bentuk Benar-Salah (B-S)
2.    bentuk pilihan ganda

                         1,  Bentuk Benar-Salah
                             Setiap butir soal, siswa dihadapkan dengan dua alternative jawaban yakni terdiri dari pertanyaan dan siwa harus menjawab pilihan bahwa pernyataan itu “Benar” atau “Salah”, atau “Ya” dan “Tidak”. Dengan cara ini bagi siswa ada peluang menjawab benar atau salah sebesar 50 persen. Tes model semacam ini banyak mendorong siswa untuk menebak dan diangga kuarng merangsang siswa untuk mempelajari lebih dalam
                        2. Bentuk Pilihan Ganda
                             Pilihan ganda sering disebut multiple choice atau best answer. Betuk tes ini sangat popular karena banyak memiliki kelebihan antara lain:
1)   Guru lebih mudah mengoreksinya
2)   Tes model ini sangat cocok untuk menilai siswa yang jumlahnya banyak
3)   Bentuk tes ini tidak hanya mengukur pada tingkat ingatan saja namun dapat dipakai untuk tingkat kognisi yang lebih tinggi.
4)   Tes ini bisa membantu siswa yang memiliki kesulitan menulis atau berbicara.
5)   Bila ujian selesai, guru dapat mendiskusikan tiap butir tes hingga dapat memuaskan para siswa.





                         Di samping kebaikan yang terkandung dalam tes pilihan ganda, ada pula kelemahannya yakni
1)  Bila kalimat tidak jelas atau distraktornya sangat kuat maka sering membuat siswa menjadi bingung.
2)  Bila siswa yang malas berpikir maka ia cenderung untuk menebak.
3)  Memerlukan keahlian dalam menyusun tiap butir tes
4)  Penulisan butir makan waktu yang cukup lama.
5)  Bila butir tes kurang banyak maka ada kemungkinan butir tes itu diingat oleh siswa dan ini merugikan jika tes akan dipakai lagi,

                

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel Lain

 
;