Powered By Blogger
Senin, 05 Desember 2011

RASIONAL PEMBOBOTAN KELOMPOK DOMEIN


II. RASIONAL PEMBOBOTAN KELOMPOK    DOMEIN

A.                      Sebagaimana kita ketahui, taksonomi terdiri dari   K, A dan P (kognisi, afeksi dan psikomotor). Taksonomi Pendidikan terdiri dari tiga kelopok domein yakni, kognisi, afeksi dan psikomotor.  Bobot (dalam persen) ketiga domein tertebut tidak mesti sama. Besar kecilnya bobot domein tesebut sangat bergantung pada tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Porsi domein bagi pendidikkan calon pedagang tentu ini tidak sama dengan seorang calon analis ataupun seorang olah ragawan. Begitu pula setiap mata diklat tentu memiliki porsi bobot domein yang musti tidak harus sama pula.  Pendidikan bagi seorang pelayan took tentu jauh berbeda dengan calon seorang analis. Seorang pelayan toko harus cukup lebih banyak ingatan namun seorang analis harus lebih banyak aspek pemahaman dan sintesa

B.            Ibarat akan membangun rumah, sebaiknya suatu rumah itu memiliki komponen yang komplit, seperti minimal kamar tamu, kamar tidur dan dapur. Semakin rumit tuntutan pemilik rumah maka akan semakin banyak pula komponen rumah yang mesti harus ada. Bisa terjadi harus ada kamar keluarga, kamar tidur tidak cukup hanya satu dan sebagainya. Begitu pula tuntutan proporsi Domein Kognisi. Ada beberapa ahli yang menganjurkan tentang pembobotan kognisi yakni seperti Clegg dan Cashim (1968). Anjuran tersebut berupa proporsi dari kognisi sebaiknya terdiri dari 20 %, 50 % dan 30 % yang masing-masing  (ingatan + pemahaman), (aplikasi) dan unsure kognisi (lainnya), seperti diperlihatkan dalam tabel
  Proporsi Penilaian dalam Proses Kognisi

Topik
Domein Kognisi
Total
( % )
C1+C2
C3
C4+C5+C6
A
10
25
15
50
B
10
25
15
50
Total
20
50
30
100

C.                       Proporsi Ketiga aspek kognisi, afeksi dan psikomotorik (k, a dan p) sangatlah bergantung tujuan dan sifat dari pendidikan itu sendiri.  Proporsi taksonomi pendidikan calon Da’i tidak harus sama dengan taksonomi bagi calon teknisi. Taksonomi mata kiliah matematika tidak harus sama dengan proporsi taksonomi diklat Pancasila. Sebaiknay pembobotan proposi taksonomi perlu mendapat perhatian berrsama antara para ahli pendidikan pihak pimpinan sekolah dan stik holder.  Berikut ini diberikan contoh format kaitan antara topik diklat dan taksonomi. Rincian angka pembobotan perlu disepakati bersama.


Kisi-kisi Taksonomi Topik Diklat
TOPIK
TAKSONOMI
JUML
( % )
Kognisi
Afeksi
Psikomotor
C1
C2
C3
C4
C5
C6
a

c
d
e
a
b
c
d
e
A
















25
B
















25
C
















25
D
















25
Juml
















100
TOTAL
80 %
10 %
10 %
100

     Keterangan:
   
Cognisi
C1 =   penetahuan
C2 =   pemahaman
C3 =   aplikasi
C4 =   analisis
C5 =  sintesa
C6 =  evaluasi
Afeksi
a    =   menerima
b    =  menrespon
c.   =   menghargai
d    =   mengorganisasai nilai
e    =   mewatak
Psikomotor
a  =  mengindera
b  =  menyiagakan
c  =  bertindak secara terpinpin
d  =  bertindak secara mekanik
e  =  bertindak secara kompleks

Bahan Diskusi:

A.           Bentuklah kelompok, paling banyak 5 orang.

B.           Kerjakanlah tugas dan presentasikan dalam
         kelas.


1. Pilih satu topik bahan ajar sesuai bidang studi anda dan masukkan dalam tabel  “Kisi-kisi Taksonomi Diklat” seperti di atas serta isilah bobot domein kognisinya sesuai dengan kesepakatan kelompok anda.
2.  Berikan alas an secara rasional tiap pemberian bobot yang anda maksudkan.
3. Berikanlah kebaikan dan kekurangan serta saran bagaimana penyempurnaan agar isi dalam tabel dapat diberlakukan  di sekolah. 


0 komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel Lain

 
;